Apa itu Kwartir ?

Kwartir adalah suatu badan pengelola Gerakan Pramuka yang mempunyai  tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anggota muda maupun anggota Dewasa serta pembinaan kepada satuan Kwartir dibawahnya dan Gugus Depan dalam rangka pengembangan Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya.

Kwartir dalam (kamus KKBI) yang artinya markas, merupakan satuan organisasi  pengelola Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif, dan Kwartir dijalankan oleh pengurus Kwartir yang disebut dengan Andalan  (istilah untuk pengurus kwartir).

Andalan sendiri berasal dari kata dasar andal atau handal, artinya orang yang bisa diandalkan, memiliki kemampuan dan secara sukarela mengembangkan Gerakan Pramuka dengan cara mengelola Kwartir di tiap tingkatannya. Kwartir dipimpin oleh seorang Ketua dengan beberapa wakil ketua sesuai bidang yang ada di kwartir. Wakil Ketua tersebut juga merangkap sebagai ketua bidangnya masing-masing dan dapat pula menjabat sebagai Ketua Harian (apabila diperlukan)

Kwartir memiliki tingkatan yang disesuaikan dengan tingkat/wilayah pemerintahan dari pusat sampai daerah,

Di setiap jajaran kwartir juga memiliki Majelis Pembimbing (Mabi). Majelis Pembimbing bertugas untuk memberikan arahan, bimbingan dan bantuan dari segi moril dan materil. Anggota Majelis Pembimbing terdiri dari tokoh pramuka, tokoh masyarakat dan atau orang tua peserta didik.

Selanjutnya Kwartir dilengkapi dengan satuan-satuan kerja yang disebut dengan Lembaga, Badan-badan, Satuan Tugas, Pusat Pendidikan, Pimpinan Saka, Dewan Kehormatan, Dewan Kerja maupun satuan- satuan kegiatan lainnya.

Bolehkan Pembina Memakai Topi Baret

Sejak kapan anggota Pramuka Dewasa Putra atau Mabi, Andalan dan Pembina Putra dibenarkan menggunakan tutup kepala jenis baret ? Penggunaan tutup  kepala (topi) jenis baret telah diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan tentang Seragam Pramuka yakni Surat Keputusan Kwartir Nasional nomor : 174 tahun 2012.

Pada regulasi tersebut mengatur penggunaan tutup kepala sejenis baret bagi anggota dewasa putra yakni, “dapat menggunakan baret dalam upacara yang melibatkan peserta didik sesuai ketentuan panitia penyelenggara”

Pada prinsipnya anggota dewasa putra dalam berseragam pramuka menggunakan tutup kepala berupa peci nasional berwarna hitam, tetapi dalam suatu upacara yang melibatkan peserta didik, anggota dewasa diperbolehkan menggunakan tutup kepala jenis baret sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara, misalnya dalam undangan kegiatan Upacara tersebut telah menyebutkan anggota dewasa putra menggunakan seragam pramuka dan tutup kepala berupa baret, maka semua yang hadir, baik anggota dewasa maupun peserta didik menggunakan topi baret.

Jadi menggunakan topi baret bagi anggota dewasa putra tidak setiap saat, tetapi hanyalah pada kegiatan upacara saja, yang melibatkan peserta didik dan ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Lambang Pendidikan Dan Latihan Pramuka

Pernahkah anda tahu bahwa lembaga pendidikan dan latihan Gerakan Pramuka ( Pusdiklat ) memiliki lambang tersendiri, seperti tampak pada gambar di atas. Terdiri dari bagian/ bentuk seperti mata rantai, Juluran lidah api, bintang, jantung yang berbentuk perisai dengan warna merah putih, garis tebal katulistiwa dan lain – lain yang masing masing memiliki arti/ makna. Lambang Pendidikan Gerakan Pramuka tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramukan nomor : 073/KN/1977 tentang Lembaga Pendidikan orang Dewasa dalam Gerakan Pramuka.

Pada Lambang Pendidikan tersebut ada beberapa bagian yang memiliki makna dan arti kiasan misalnya jantung, berwarna merah putih dengan bintang bersudut lima berwarna emas didalamnya mempunyai arti :

–     Pendidikan dan pengabdian adalah ibarat darah dalam tubuh Gerakan Pramuka . Pelatih pembina pramuka adalah bagaikan jantung yang mengalirkan darah itu keseluruh tubuh gerakan pramuka. Pengaturan darah itu melewati saluran pembuluh darah keluar dan pembuluh darah masuk , yaitu pembina pramuka dan pembantu pembina pramuka

–     Bagian tengah jantung yang merupakan pusat daya gerak jantung dilukiskan dalam bingtang bersudut lima yang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa , dalam pancasila. Ini memberi arti , bahwa segenap gerak kegiatan pendidikan dan pengabdian bersumber kepada Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pimpinan spiritual bagi setiap orang dewasa dalam Gerakan Pramuka .

 –          Warna merah putih pada jantung sel darah merah dan sel darah putih. Pendidikan dan pengabdian dalam gerakan pramuka diibaratkan darah berwarna merah putih sebagai lambang kebangsaan indonesia yang menjiwai patriotisme indonesia.

Makna garis yang melingkari gambar jantung, memiliki arti :

–     2 garis tebal melambangkan khatulistiwa dikepulauan indonesia, yakni keluasan wilayah kerja. Pelatih ( dari sabang sampai marauke), dan keharusan stabilnya dan meratanya usaha-usaha pembinaan dan pengabdian kepada para pramuka.

–     6 garis tipis dari 6 jurusan melambangkan bahwa dari 6 jurusanlah (atas-bawah-kiri-kanan-muka-belakang) Pelatih dan tenaga staf menerima masuknya bahan –bahan pertimbangan untuk mengolah dan mempersiapkan zat-zat pendidikan dan pengabdian yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tubuh gerakan pramuka.

–     8 garis mengkiaskan penjuru-penjuru pokok pedoman yang menunjukan haluan tertentu ( 8 penjuru mata angin) dari pembina pramuka dan pembantu pembina pramuka dalam mengabdikan diri, membina, berbakti dan melatih pramuka.

 

Pengertian makna pada rantai :

–     Mata rantai bulat melambangkan pramuka putra dan mata rantai segi empat melambangkan pramuka putri, berkaitan erat menjadi satu rantai kesatuan dan persatuan yang bulat dan kokoh, ialah gerakan Pramuka, itu sebuah tubuh yang pertumbuhannya butuh diresapi oleh zat-zat pendidikan, pembinaan dan pengabdian yang harus dipompakan melalui para pembina pramuka dan pembantu pembina pramuka ke dalamnya.

–     Mata rantai yang berjumlah 2 x 12 = 24 mengingatkan kepada 24 jam sehari semalam, dan 7 mata rantai yang berisi huruf mengingatkan kepada 7 hari seminggu, sedangkan 5 mata rantai berisi tunas kelapa dengan 7 mata rantai yang berisi huruf adalah sama dengan 12, yang mengingatkan kepada 12 bulan dalam setahun. Angka-angka itu dalam satu bulatan melambangkan roda kehidupan dan usaha gerakan pramuka yang terus menerus, turun menurun sebagai akibat dari kesatuan, kesamaan kedudukan dan kewajiban setiap anggota gerakan pramuka, kesatuan, kesamaan dan kerjasama yang erat dari semua dari bagian-bagiannya.

Makna pada gambar lidah api menjilat-menjilat dengan 5 juluran api berisi kiri dan 5 juluran api berisi kanan, dan berpusat pada 3 lidah api yang berada di tengah-tengah, diantara kedua juluran lidah api. Didalam juluran lidah api sebagai bingkai terdapat motto yang berbunyi “ IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA BER BUDI BAWA LAKSANA” , mempunyai arti :

–     10 juluran lidah api yang berkobar-kobar melambangkan dasa darma dan 3 lidah api melambangkan tri satya, yaitu kode kehormatan bagi para pramuka.

–     Semboyan orang dewasa dalam pendidikan di lingkungan gerakan pramuka adalah : “ IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA BER BUDI BAWA LAKSANA” yang kepanjangannnya ialah :Iklhas berarti yakni dengan murni dan suci hati memberi, menyumbang, menderma yang baik dalam upaya ikut serta membina , membangun bangsa dengan jalan meluberkan, membeberkan, menumpahkan, melimpahkan budi serta kewajiban dalam melaksanakan budi serta kewajiban dalam melaksanakan daya upaya tersebut.

 –    Jilatan lidah api dengan semboyan tersebut di atas itu melambangkan suatu ikrar bagi orang dewasa di dalam gerakan pramuka yaitu andalan, pembantu andalan, pembina pramuka , pembantu pembina pramuka dan tenaga staf kwartir untuk membawa para pramuka ke masa depan yang lebih gemilang.

Jenjang Pendidikan bagi Pembina Pramuka

Semenjak terbit Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 048 tahun 2018 tentang Sistem pendidikan dan pelatihan kepramukaan, banyak perubahan yang menyempurnakan sistem Pendidikan dan Latihan sebelumnya terutama di lingkungan Gerakan Pramuka, khususnya bagi Anggota Dewasa.

Perubahan tersebut sangat signifikan terkait upaya Gerakan Pramuka dalam meningkatkan kompetensi dasar setiap pendidikan dan pelatihan, yang diharapkan para lulusan ini benar-benar dapat diandalkan tingkat kinerjanya sesuai dengan spesifikasi kursus yang telah diikutinya, salah satunya perubahan yang paling mendasar adalah jenjang pendidikan berupa kursus bagi para calon Pembina dan Pembina Pramuka

Berikut ini skema jenjang Pendidikan bagi Pembina Pramuka :

Pembina dipanggil Kakak dan Kamu Adik

Hubungan keakraban Pembina Pramuka dengan peserta didik merupakan hubungan khas dimana Pembina Pramuka wajib memperhatikan perkembangan peserta didiknya secara pribadi dan kekeluargaan sehingga proses pembinaannya berjalan sesuai dengan penerapan sistem among dan tujuan gerakan pramuka.

Hubungan antara Pembina dengan peserta didik adalah seperti hubungan antara :

  1. Ibu dengan anaknya
  2. Bapak dengan anaknya
  3. Guru dengan muridnya
  4. Kakak dengan adiknya
  5. Sesama sahabat

Hubungan antara Pembina dengan peserta didik diwujudkan dalam panggilan sebagai berikut :

  1. Ibunda atau Ayahanda, disingkat Bunda atau Yanda untuk Pembina Siaga
  2. Bucik atau Pakcik untuk Pembantu Pembina Siaga
  3. Kakak disingkat Kak untuk Pembina Penggalang dan para pembantunya
  4. Kakak disingkat Kak untuk Pembina Penegak dan para pembantunya
  5. Kakak disingkat Kak untuk Pembina Pandega

Untuk sebutan panggilan Pembina Pramuka dengan peserta didik ini, telah diatur sebelumnya dengan SK Kwarnas Nomor : 137 Tahun 1987 tentang Penyempurnaan PP Gudep Gerakan Pramuka selanjutnya pada SK Kwarnas No. 231 Tahun 2007.